Jumat, 17 Oktober 2014

Mengenal Alat-alat Ukur Manual/Digital Laboratorium

1. Anemometer merupakan alat pengukur kecepatan angin. Banyak dipakai dalam bidang Meteorologi dan Geofisika atau stasiun prakiraan cuaca.  
2. Capacitance meter merupakan alat untuk mengukur kapasitor
3. Chlorine meter merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui kandungan klorin atan Cl2 pada suatau cairan. Alat ini biasanya digunakan dalam bidang perikanan dan yang berhubungan dengan kualitas air. Klorin merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses klorinasi, proses klorinasi adalah proses penghilangan kuman penyakit pada air ledeng, air bersih atau air minum
4. DO meter merupakan instrumen analisis yang digunakan untuk mengukur jumlah kadar oksigen terlarut dalam suatau cairan. Kemampuan air dalam melarutkan oksigen sangat tergantung pada suhu air, tekanan gas oksigen dan kemurnian air. Semakin besar nilai DO, menandakan kualitas air tersebut semakin bagus.
5. Galvanometer merupakan alat pengukur kuat arus yang cara kerjanya sama dengan motor listrik, tetapi dilengkapi dengan pegas, sehingga kumparannya tidak berputar.
6. Gas Detector merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan gas-gas di udara dan mengukur konsentrasi/kadar gas-gas di udara
7. Humidity meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur jumlah air dan kelembaban dalam sebuah objek tertentu.
8. Lighmeter atau Lux meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya
Mikrometer merupakan alat ukur yang dapat melihat atau mengukur benda dengan ketelitian 0.01 mm.
9. Moisture meter merupakan suatau alat yang digunakan untuk mengukur kadar air yang terdapat pada suatu objek, ada juga yang sekaligus digunakan untuk mengukur tingkat kelembapan suatu objek. Sifat fisik sangat dipengaruhi oleh kadar air. Dimensi juga berubah dengan konten kelembaban. Beberapa material seperti bilian, kayu dan juga kertas sangat sensitif terhadap kandungan kadar air. Sifat fisik bahan tersebut bisa berubah apabila kandungan air yang terdapat di dalamnya berlebihan. 
10. Multimeter merupakan alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik dan tahanan (resistansi)
11. pH meter merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur kadar asam dan basa dalam suatu larutan atau bahan. 
12. Photometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur pencahayaan atau penyinaran. 
13. Power meter merupakan alat untuk mengukur listrik
14. Salinity meter merupakan alat untuk mengukur tingkat kegaraman dari air atau limbah cair, dengan mengukur kandungan ion
15. Termometer, merupakan alat yang digunakan untuk mengukur perubahan suhu
16. Viscometer merupakan alat untuk mengukur besaran viskositas atau kekentalan suatu cair

Sumber : http://kucari.com/category/test-measurements/do-meter

Mengenal Bagian-bagian Kerangka Tubuh Manusia


Selasa, 14 Oktober 2014

Hati-hati dengan Rhum : Bukan Sembarang Alkohol

Rhum, pada zaman dahulu terkenal sebagai minuman bagi para perompak dan angkatan laut kerajaan Inggris. Namun, pada masa sekarang penggunaannya sudah lebih luas lagi. Rhum sudah masuk ke industry makanan, hotel, bakery dan sebagainya sebagai salah satu tambahan penyedap makanan seperti kue, blackforest, saus vla dan cake aneka buah.
Namun, penggunaan rhum dalam makanan ini termasuk salah satu hal yang dilarang dalam agama Islam. Baik sedikit maupun banyak, makanan yang tercampur rhum dapat dimasukkan menjadi kategori haram.
Baiklah untuk lebih jelasnya, mari kita kenal lebih lanjut tentang rhum.
Rhum tergolong minuman beralkohol dengan kadar alcohol yang termasuk tingkat tinggi, yaitu 38%. Rhum diperoleh dari fermentasi dan distilasi dari molase (tetes tebu) atau air tebu yang merupakan produk samping industry gula. Rum hasil distilasi berupa cairan berwarna bening, dan biasanya disimpan dalam tong penyimpanan yang terbuat dari kayu ek atau jenis lainnya sehingga mengalami pematangan. Produsen rhum terbesar di dunia adalah Negara-negara Karibia dan sepanjang aliran Sungai Demerara di Guyana, Amerika Selatan. Selain itu, pabrik-pabrik rhum ada di Negara lain di dunia seperti Australia, India dan Kepulauan Renion. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 86/Menkes/Per/IV/77 tentang minuman keras, minuman beralkohol dikategorikan sebagi minuman keras dan dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan presentase kandungan alcohol volume per volume pada suhu 20 derajat Celcius
Golongan A memiliki kadar alcohol 1-5 persen
Golongan B memiliki kadar alcohol lebih dari 5 persen sampai 20 persen
Golongan C memiliki kadar alcohol lebih dari 20 persen sampai 55 persen
Jika dilihat dari kategori tersebut, maka rhum masuk kategori ke tiga, kategori minuman beralkohol dengan kadar paling tinggi. 
Tingginya kadar alkohol tersebut tentunya memiliki pengaruh yang kuat juga terhadap bahayanya bagi tubuh kita.

Senin, 06 Oktober 2014

Kandungan Asam Lemak Beberapa Jenis Minyak Nabati

Jenis MinyakAsam Lemak Tak JenuhAsam Lemak Jenuh
Minyak ZaitunAsam Oleat Asam Palmitat
 Asam Linoleat Asam Stearat 
 Kadar keduanya berkisar antara 70-80%Kadar keduanya berkisar antara 8-10%
Minyak Kelapa SawitAsam Oleat 39% Asam Laurat  0.1%
 Asam Linoleat 10%Asam Miristat 1%
 Asam alfa Linoleat 0.3%Asam Stearat 5%
  Asam Palmitat 44%
Minyak JagungAsam Oleat 20-50%Asam Palmitat 11%
 Asam Linoleat 35-60%Asam stearat 2%
 Asam Linolenat 0,4% 
 2% bahan tak tersabunkan (tokoferol, lilin, sitosferol) 
Minyak KedelaiAsam linoleat 15-64%Asam palmitat 7-10%
 Asam oleat 11-60%Asam stearat 2-5%
 Asam linolenat 1-12%Asam arschidat 0,2-1%
 Asam arachidonat 1,5%Asam laurat 0-0,1%

Jumat, 03 Oktober 2014

Berapa Rantai C- dari Berbagai Jenis Asam Lemak Penyusun Minyak Nabati?

Sebagaimana sudah kita ulas sebelumnya, rantai asam lemak dari minyak atau lemak yang digunakan dalam pembuatan sabun akan mempengaruhi kualitas sabun. Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya kalau kita juga mengetahui kandungan rantai C asam lemak pada beberapa minyak atau lemak yang biasa digunakan dalam pembuatan sabun.

Sebelum melangkah ke sana, mari kita lihat terlebih dahulu, jenis-jenis asam lemak pada minyak nabati beserta panjang rantai C penyusunnya


Jenis Asam LemakNama SistematikStrukturFormula
Asam LauratDodekanoat12:00C12H24O2
Asam MiristatTetradekanoat14:00C14H28O2
Asam PalmitatHeksadekanoat16:00C16H32O2
Asam StearatOktadekanoat18:00C18H36O2
Asam ArakidatEikosanoat20:00C20H40O2
Asam BehenatDokosanoat22:00C22H44O2
Asam LignoseratTetrakosanoat24:00:00C24H48O2
Asam Oleatcis-9-Oktadekenoat18:01C18H34O2
Asam LinoleatCis-9, cis-12-Oktadekadienoat18:02C18H32O2
Asam LinolenatCis-9, cis-12, cis-15 Oktadekatrienoat18:03C18H30O2
Asam ErukatCis-13-Dokosenoat22:01C22H42O2


Sumber :
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/126094-FAR.039-08-Pemanfaatan%20minyak-Literatur.pdf

Asam Lemak sebagai Penyusun Utama Minyak atau Lemak

Lemak atau minyak adalah senyawa organik yang terdapat dalam makhluk hidup. Lemak atau minyak ini tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut non polar. Nama lain dari lemak atau minyak adalah trigliserida. Penyusun utama dari minyak nabati atau lemak adalah asam lemak dan gliserol. Asam lemak merupakan senyawa alifatik dengan gugus karboksil. Asam lemak bisa berbentuk bebas (sebagi lemak yang terhidrolisis maupun terikat sebagai gliserida.

Secara kimia, asam lemak merupakan hidrokarbon jenis asam karboksilat atau asam alkanoat dengan rumus kimia R-COOH atau R-CO2H. Asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. 

Selasa, 30 September 2014

Mengenal Lebih Jauh Jenis Lemak/Minyak dalam Pembuatan Sabun


Pada artikel sebelumnya, kita telah mengenal salah satu bahan baku yang harus ada dalam pembuatan sabun, yaitu lemak/minyak. Pemilihan jenis lemak/minyak ini akan mempengaruhi kualitas sabun yang dihasilkan. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui lebih jauh lagi, tentang jenis-jenis minyak/lemak yang biasa digunakan dalam pembuatan sabun. Yuk kita simak satu-satu...

Sabun : Bahan-Bahan Pembuatan Sabun


Siapa tidak mengenal sabun? sabun merupakan senyawa kimia tertua yang pernah dikenal. Sabun yang dikenal sebagai pembersih, baik untuk kulit maupun untuk benda lainnya, sebenarnya merupakan campuran antara senyawa alkali dan lemak/minyak. Sabun dengan berat molekul rendah akan lebih mudah larut dan memiiliki struktur sabun yang lebih keras. Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion. 

Bahan Pembuatan Sabun

Alkali dan lemak/minyak merupakan bahan dasar pembuatan sabun. Pada masa sekarang, sabun telah banyak diberik penambahan bahan-bahan lain, berupa bahan pengisi sabun, pewangi, pewarna maupun bahan yang bisa menambah nilai manfaat sabun dan nilai jual sabun. 

1. Alkali atau Basa  

Alkali atau basa bisa diperoleh dari basa kuat maupun basa lemah. Basa yang paling sering digunakan dalam pembuatan sabun adalah basa kuat Natrium hidroksida dan Kalium hidroksida

Jumat, 06 Juni 2014

Daftar Praktikum Kimia Semester 2 TA 2013/2014


MateriMedia/Alat/Bahan
Pengenalan Alat GelasGelas kimia, tabung reaksi, rak tabung reaksi, spatula, lumpang dan alu
Perubahan Kimia dan Fisika 1Tabung reaksi, pita Mg, HCl 1 M, rak tabung reaksi, gelas kimia, natrium, kertas saring, lar pp
Perubahan Kimia dan Fisika 2Tabung reaksi, amilum, lugol, larutan NaOH, lar pp
Indikator Alami Asam BasaLumpang & alu, tabung reaksi & rak, pipet tetes, gelas kimia, kertas lakmus, bahan-bahan alam
Titrasi Asam BasaBuret, erlenmeyer, statif+bosshead+klem, indikator pH universal
Larutan Buffer Asam BasaGelas beker, pipet tetes, indikator pH universal, NH4OH, HCl, NaOH, CH3COONa, CH3COOH, NH4Cl
Hidrolisis Garam10 larutan garam, kertas lakmus, pH meter
Teknik Pemisahan Campuran : Filtrasi dan KromatografiErlenmeyer, corong, gelas beker, pengaduk, kertas saring, alat pembakaran, cawan uap, cawan petri
Teknik Pemisahan Campuran : Membuat Air gula dari Tebu dan Destilasi Air GaramAlat destilasi, alat pembakaran, cawan uap, cawan petri, penjept kayu, pengaduk
Teknik Pemisahan Campuran : Sublimasi, Corong Pisah dan DestilasiAlat destilasi, alat pembakaran, cawan uap, cawan petri, penjept kayu, pengaduk, corong pisah
Uji ElektrolitAlat uji elektrolit, gelas beker, kawat tembaga, lar H2O, CH3COOH, NaOH, HCl, Urea, NaCl dll
Reaksi RedoksPita Mg, Pembakar spritus, penjepit kayu, tabung reaksi + Rak
Demo Permainan Kimia : Poster Kimia dan Bungaku yang LunturLarutan pp, NaOH, kuas, kertas, Na, gelas kimia 250 mL, bunga sepatu, HCl dan NaOH
Demo Permainan Kimia : Poster Kimia dan Menyalakan Api di dalam AirLarutan pp, NaOH, kuas, kertas, Na, gelas kimia 1000 mL, kertas saring
Demo Permainan Kimia : Poster Kimia dan Menyalakan Api di dalam AirLarutan pp, NaOH, kuas, kertas, Na, gelas kimia 1000 mL, kertas saring
Demo Permainan Kimia : Poster KimiaLarutan pp, NaOH, kuas, kertas

Daftar Praktikum Biologi Semester 2 TA 2013/2014


Mata PraktikumMedia/Alat/Bahan
Sistem Pencernaan ManusiaTorso laki-laki tanpa kepala, torso wanita, charta sistem pencernaan manusia
Sistem EkskresiTabung reaksi, rak tabung, kertas lakmus, ph universal, pembakar spiritus, pematik api, kawat kasa, kaki tiga
Pengamatan Jaringan Tumbuhan (Sel Epitel Bawang) dan Hewan (Sel Epitel Rongga Mulut)Bawang, silet, cawan petri, mikroskop, metilen biru, eosin, akuades, preparat kering jaringan tumbuhan dan hewan
Pengamatan Organ Dalam Tubuh ManusiaTorso laki-laki tanpa kepala, torso wanita
Pengamatan Organ dalam Tubuh KatakKatak, panci bedah, alat bedah, kloroform, toples
Mengukur Laju Respirasi Hewan dan TumbuhanRespirometer, vaselin, neraca digital, plastik klem, NaOH, lar eosin
Uji Golongan Darah, Pengukuran Tensi Darah, Pengamatan Sel DarahSet uji gol darah, tensimeter, mikroskop, PK sel darah merah&putih
Uji Bahan MakananGelas beaker, kawat kasa, bunsen, kaki tiga, pipet tetes, spatula, rak tabung, tabung reaksi, pematik api, tepung terigu, glukosa, sukrosa,telur (kuning dan putih), penjepit tabung
Uji Hasil FotosintesisGelas kimia, alat pembakaran, cawan petri, lugol, pipet tetes
Pengaruh Pencemaran Tanah terhadap Cacing TanahBaskom, pipet tetes, gelas ukur, cacing tanah, media tanah