Minggu, 04 Januari 2015

Parameter Kualitas Air

Berikut ini ialah beberapa kriteria parameter
kualitas air beserta penjelasannya:
1. DO atau dissolve oxygen ialah kadar oksigen
yang terlarut dalam air. semakin tinggi DO maka
air tersebut akan semakin baik. pada suhu 20C.
tingkat DO maksimal ialah

Uji Kualitas Air Tanah

Air yang terlihat jernih dan tidak berbau belum
tentu aman digunakan untuk minum, karenanya
perlu diuji kualitasnya apakah memenuhi syarat
kesehatan ataukah tidak. Ada cara sederhana
dapat dilakukan sendiri di rumah untuk menguji
kandungan kimia maupun biologis dalam air,
yaitu:
A. UJI SEDERHANA KANDUNGAN KIMIA
DALAM AIR :
1. Setengah gelas air yang akan diperiksa
dicampurkan dengan segelas air teh.

Air Hujan : Bisakah Menjadi Solusi Kebutuhan Air Minum Sehat

Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi
kehidupan manusia. Karena itu jika kebutuhan
akan air tersebut belum tercukupi maka dapat
memberikan dampak yang besar terhadap
kerawanan kesehatan maupun sosial. Pengadaan
air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang
besar masih terpusat di daerah perkotaan, dan
dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM) kota
yang bersangkutan. Namun demikian secara
nasional jumlahnya masih belum mencukupi dan
dapat dikatakan relatif kecil yakni

Kandungan Kimia Air Hujan

Kandungan zat kimia dalam air hujan
Utamanya H2O, mencapai 99.9 persen massa.
Sisanya bisa bermacam-macam, dari asam
sulfat, asam nitrat, dan senyawa asam lainnya
yang bisa berasal dari industri atau gunung
berapi. Bisa juga karbon dalam bentuk abu
ringan (fly ash) yang berasal dari industri atau
gunung berapi. Bisa juga silika, yang
merupakan debu yang berasal dari gurun
seperti gurun sahara. Jadi, banyak faktor yang
mempengaruhi,

Jenis Hujan berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya, jenis hujan terdiri dari
hujan es, hujan saiju, hujan rintik-rintik, dan
hujan asam.
1. Hujan Es. Hujan es sering juga disebut
sebagai hujan batu, yaitu hujan yang disertai
dengan butir-butir es yang berjatuhan ke bumi.

Jenis Hujan berdasarkan Proses Terbentuknya

Jenis hujan berdasarkan proses terbentuknya, antara lain
1. Hujan Orografis. Peranan topografi terhadap
terjadinya hujan amat besar. Angin yang banyak
membawa uap air

Proses Terbentuk Hujan

Hujan merupakan endapan air di udara
yang jatuh dipermukaan bumi. hujan memiliki
macam-macam atau jenis-jenis hujan
berdasarkan dalam proses terjadinya hujan
selalu diawali dengan terbentuknya awan, yaitu
perubahan uap air di udara menjadi butir-butir
air atau es karena proses kondensasi atau
pengembunan. Namun, tidak semua awan
mendatangkan hujan meskipun mengandung
cukup air. Butir-butir air yang membentuk awan
memiliki diameter antara 0,014 mm-0,035 mm,
sangat kecil dan ringan sehingga melayang-
layang di udara. Berdasarkan teori benturan,
butir-butir air di dalam awan berbenturan satu
sama lain sehingga menyebabkan butiran-
butiran tersebut bersatu bertambah besar dan
dapat mencapai diameter 0,5 mm, dan karena
gaya beratnya jatuh ke bumi sebagai hujan.
Proses terbentuknya hujan dapat kita lihat pada gambar berikut

Awan Comulinimbus dalam AlQuran

Menurut ilmu geologi, Awan Cumulonimbus
adalah sebuah awan tebal vertikal yang
menjulang sangat tinggi, padat, mirip gunung
atau menara. Awan ini terlibat langsung dalam
badai petir dan cuaca ekstrem lainnya.
Awan ini terbentuk sebagai hasil dari
ketidakstabilan atmosfer. Cumulonimbus terdiri
dari tetes-tetes air pada bagian bawah dan tetes-
tetes salju (kristal-kristal es) pada bagian atas.
awan ini terbentuk sebagai hasil dari
ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan ini dapat
terbentuk sendiri, secara berkelompok, atau di
sepanjang front dingin di garis squall. Awan ini
menciptakan petir melalui jantung awan. Awan
cumulonimbus terbentuk dari awan cumulus
(terutama dari cumulus congestus) dan dapat
terbentuk lagi menjadi supersel, sebuah badai
petir besar dengan keunikan tersendiri.

Mengenai Awan Comulinimbus yang populer setelah peristiwa Air Asia.

Awan yang menghasilkan Petir dan Es ini bisa kita simak dalam Al qur'an.

(أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ) [Surat An-Noor : 43]

Allah berfirman, : "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikan bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Dia juga menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, yaitu dari gumpalan-gumpalan awan seperti gunung-gunung, maka ditimpakannya itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.".                      ( QS An-Nur : 43).

Dari wawancara para mantan Pilot persis seperti keterangan ayat ini.

Maha Benar اللّهُ Dgn Segala FirmanNya.

Selasa, 18 November 2014

Uji Golongan Darah

Bahan yang diperlukan
1. Serum anti A (biru)
2. Serum anti B (kuning)
3. Serum anti AB (bening)
4. Alkohol

Alat yang diperlukan
1. Tusuk gigi
2. Kaca benda
3. Kapas
4. Jarum lanset

Langkah Kerja
1. Oleskan alkohol yang telah diteteskan pada kapas, di ujung jari telunjuk individu yang akan diuji golongan darahnya
2. Tusuk ujung jari telunjuk dengan jarum lanset
3. Teteskan tiga tetes darah pada kaca benda
4. Tambahkan serum anti A, serum anti B dan serum anti AB pada masing-masing tetesan darah
5. Oleskan kembali alkohol pada kapas pada bekas luka

Data Klasifikasi Golongan Darah





anti Aanti Banti ABGolongan darah
menggumpaltidak menggumpalmenggumpalA
tidak menggumpalmenggumpalmenggumpalB
menggumpalmenggumpalmenggumpalAB
tidak menggumpaltidak menggumpaltidak menggumpalO

Sistem Penggolongan Darah

Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatau individu berdasarkan ada atau tidaknya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebabkan karena danya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut.
Sistem penggolongan darah besar yang dikenal adalah sistem ABO serta sistem penggolongan darah Rhesus. Pengetahuan tentang golongan darah ini penting, salah satunya bermanfaat dalam proses tranfusi. Ketidakcocokan golongan darah si penerima dengan si pendonor dapat menyebabkan reaksi tranfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian bagi penerima. 
Klasifikasi golongan darah individu berdasarkan sistem ABO ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, yaitu sebagai berikut :